Untuk meredakan kebutuhan air yang mendesak, BBWS Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat tandon air berkapasitas 1.200 liter per unit ke Pulau Palue. Namun, bantuan darurat ini tidak berhenti sampai di situ. Dalam upaya mencari solusi permanen, tim teknis juga sedang melakukan survei geolistrik untuk memetakan potensi sumber air tanah di wilayah tersebut. Hasil survei ini akan menjadi acuan dalam menentukan titik-titik strategis pengembangan sumber air baru.