Suku Bunga The Fed Berpotensi Naik, Pasar Saham AS Diprediksi Tetap Kuat

Senin, 14 September 2026 | 17:34:17 WIB
Ilustrasi Pasar Saham AS (FOTO : NET)

NEW YORK – Investor mulai memperhitungkan peluang yang lebih besar bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga setelah inflasi inti atau core CPI Amerika Serikat (AS) pada Agustus meningkat lebih tinggi dari perkiraan ekonom.

Namun, kenaikan suku bunga The Fed dinilai belum tentu mampu menahan laju pasar saham AS.

Jonathan Shugar, Head of Cross Asset Sales di Goldman Sachs FICC and Equities, mengatakan pasar saham masih berpeluang melanjutkan penguatan.

Dalam podcast The Markets, Shugar menjelaskan perusahaan-perusahaan AS mencatat pertumbuhan laba yang kuat pada kuartal II sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, valuasi saham yang berada di sekitar rata-rata 10 tahun dinilai belum terlalu tinggi.

"Valuasi tidak berada pada level yang terlalu tinggi," ujar Shugar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga membahas alasan kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan tidak akan menghambat investasi di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Shugar, investor juga perlu memperhatikan risiko pada suku bunga jangka panjang.

Selain itu, terdapat potensi peluang investasi pada saham perusahaan yang berkaitan dengan pengalaman konsumen atau consumer experience.

Pandangan tersebut disampaikan Shugar dalam konteks perkembangan inflasi, kebijakan moneter, serta kondisi pasar saham AS yang tengah menjadi perhatian investor.

Namun, Goldman Sachs menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan dalam materi tersebut merupakan pandangan pada saat publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Tags

Terkini