BEI Pantau Ketat Transaksi Empat Saham Akibat Kenaikan Tak Wajar

Jumat, 11 September 2026 | 19:44:53 WIB
Ilustrasi Pergerakan Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap empat saham sejak Kamis (10/9/2026). Langkah pengawasan pada emiten tersebut dilakukan karena ditemukannya lonjakan harga saham yang tidak wajar.

Empat emiten yang masuk pengawasan yaitu PT Acset Indonusa Tbk. (ACST), PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE), serta PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, saham-saham itu bergerak di luar kebiasaan. Tindakan tersebut diambil dalam rangka melindungi para pemegang saham serta investor.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ACST tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data pasar mencatatkan saham ACST menguat 8,55% ke level Rp127 per saham saat pembukaan perdagangan kemarin. Selain itu, saham emiten konstruksi ini mencatatkan kenaikan 45.98% dalam kurun satu bulan, namun turun 7,3% secara year to date.

Adanya pengumuman pengawasan ini mengharuskan para investor lebih cermat dalam memperhatikan respons emiten atas konfirmasi Bursa, serta memantau kinerja dan keterbukaan informasinya. Investor juga diimbau meninjau ulang rencana aksi korporasi yang belum disetujui RUPS, sekaligus mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Serupa dengan ACST, BEI menaruh perhatian khusus pada saham SAPX akibat tingginya volatilitas transaksi yang dinilai kurang wajar.

Pada perdagangan kemarin, saham SAPX melambung 24,54% menuju posisi Rp406. Saham penyedia jasa logistik ini juga mencatatkan lonjakan 89.72% dalam satu bulan, serta naik 34.44% selama kurun year to date (YTD).

Di samping itu, pergerakan saham MSIE tidak luput dari pantauan BEI lantaran transaksinya dinilai tidak wajar. Sepanjang sesi perdagangan kemarin, saham emiten ini naik 9,49% ke posisi Rp150 per lembar, dengan lonjakan sebulan terakhir mencapai 59.57% dan meroket 188.46% secara year to date.

Bursa juga menaruh perhatian pada aktivitas perdagangan saham MSJA. Saham di sektor tekstil ini melonjak 21,92% kemarin ke posisi Rp890, sedangkan dalam periode sebulan dan year to date masing-masing sudah menguat 112.92% dan 161.76%.

Tags

Terkini