Dua Saham Disuspensi BEI: JARR Cooling Down dan IPAC Rencana Delisting

Jumat, 11 September 2026 | 18:52:25 WIB
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Era Graharealty Tbk (IPAC) dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (11/9/2026) dengan alasan yang berbeda.

Penghentian saham JARR disebabkan oleh lonjakan harga yang signifikan, sedangkan IPAC disuspensi sehubungan dengan rencana delisting dan go private.

Perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dihentikan oleh BEI sejak 11 September 2026 hingga pengumuman lebih lanjut.

Langkah suspensi ini diambil akibat kenaikan harga akumulatif yang tinggi pada saham tersebut.

"Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar BEI sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak bursa mengimbau para pemangku kepentingan agar selalu mencermati setiap pengumuman yang dikeluarkan perseroan.

Di sisi lain, BEI menghentikan perdagangan saham PT Era Graharealty Tbk (IPAC) di seluruh pasar mulai sesi I Jumat, 11 September 2026.

Tindakan ini merujuk pada surat resmi IPAC nomor 132/ERA/IX/26 tanggal 7 September 2026 mengenai rencana voluntary delisting dan go private.

Pihak manajemen menerangkan bahwa status perusahaan terbuka diubah menjadi tertutup karena tidak memerlukan pendanaan pasar modal dan tidak berencana menghimpun dana di masa depan.

"Mempertimbangkan hal di atas serta berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen Perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Rencana Go Private dan Delisting," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

APAC Investment 2 Pte Ltd akan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (VTO) sebanyak 89.305.900 saham publik atau setara 9,402 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.

Nilai VTO ditetapkan sebesar Rp250 per saham, lebih tinggi dibanding rerata harga tertinggi harian 90 hari terakhir di angka Rp173 per saham, dengan nilai total mencapai Rp22,33 miliar.

Investor publik yang enggan menjual sahamnya dalam VTO akan tetap mencatatkan kepemilikan di IPAC, meski saham tidak lagi terdaftar di BEI setelah delisting efektif.

Saham IPAC telah tercatat di bursa selama lebih dari 5 tahun semenjak IPO pada 30 Juni 2021 di harga Rp120 per saham dengan raihan dana Rp22,80 miliar.

Pelaksanaan RUPSLB untuk memutuskan rencana penarikan diri dari bursa ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Tags

Terkini