Saham JARR Meroket BNI Sekuritas Jadi Broker Pembeli Terbesar

Jumat, 11 September 2026 | 17:31:30 WIB
Ilustrasi saham JARR (FOTO : NET)

JAKARTA – BNI Sekuritas menjadi broker dengan nilai pembelian paling tinggi pada saham emiten kepunyaan Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), sepanjang rentang 11 Agustus hingga 10 September. Nilai aksi beli BNI Sekuritas tersebut menembus angka Rp41,5 miliar.

Berdasarkan data dari chatbot internal IDNFinancials, AiSaham, BNI Sekuritas menduduki posisi teratas dalam transaksi beli saham JARR. Di urutan selanjutnya terdapat Semesta Indovest Sekuritas dengan nilai pembelian Rp13,4 miliar, Panin Sekuritas senilai Rp12,7 miliar, Lotus Andalan Sekuritas sebesar Rp11,3 miliar, serta UBS Sekuritas senilai Rp11,3 miliar.

Mengenai pihak penjual, BRI Danareksa Sekuritas membukukan nilai penjualan tertinggi yakni mencapai Rp33 miliar. Berikutnya, Mandiri Sekuritas mencatatkan nilai jual Rp22,8 miliar, Stockbit Sekuritas sebesar Rp21,7 miliar, dan BCA Sekuritas senilai Rp13,5 miliar.

Apabila diakumulasikan dari 15 broker yang terdaftar pada data tersebut, total transaksi beli mencapai kisaran Rp119,07 miliar, sementara nilai transaksi jual berada pada angka Rp118,93 miliar. Atas dasar perhitungan itu, tercipta net buy sebesar kira-kira Rp143 juta.

Aktivitas para broker ini terjadi sebelum pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham JARR pada pasar reguler serta pasar negosiasi. Langkah suspensi tersebut diterapkan lantaran harga saham JARR melonjak secara drastis.

Sebagaimana diketahui, pergerakan saham JARR ditutup melonjak 8,8% menuju level Rp3.710 per lembar saham pada sesi perdagangan hari Kamis. Lonjakan itu membuat kenaikan harga saham JARR menyentuh 94,24% dalam kurun satu bulan dan sebesar 144,88% dalam tempo tiga bulan.

Sementara itu, rasio Price to Earnings (P/E) disetahunkan untuk saham JARR saat ini bertengger pada level 107,74 kali. Angka ini berada di atas rerata sektor barang konsumen primer yang bernilai 10,37 kali maupun industri produk makanan pertanian yang juga berada pada 10,37 kali.

Porsi kepemilikan saham terbesar JARR saat ini dipegang oleh H Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam melalui PT Eshan Agro Sentosa yang menggenggam 86,64% saham.

Menilik sisi fundamental, JARR mencatatkan dinamika kinerja keuangan sepanjang rentang tahun 2023–2025. Sepanjang 2023, perolehan pendapatan perseroan menyentuh titik tertinggi pada kurun waktu tersebut, yaitu mendekati Rp4,4 triliun, meski laba bersih masih terbatas dengan tingkat ROE sekitar 5%.

Pada tahun 2024, nilai pendapatan JARR terkoreksi menjadi kisaran Rp3,8 triliun. Walaupun pendapatan menurun, langkah efisiensi operasional berhasil mendongkrak perolehan laba bersih dan menaikkan tingkat ROE menuju puncak tertinggi sekitar 15%.

Saat memasuki tahun 2025, angka pendapatan JARR diproyeksikan bakal kembali meningkat hingga menyentuh kisaran Rp4,2 triliun. Capaian laba bersih diperkirakan cenderung stabil dibanding tahun 2024, sedangkan persentase ROE mengalami sedikit penurunan menuju rentang 14%.

Tags

Terkini

Penjualan Rokok Masih Tertekan, Cermati Saham GGRM dan HMSP

Jumat, 11 September 2026 | 19:17:03 WIB

Pencernaan Sehat dan Kuat: Kunci Utama Tubuh Bugar

Jumat, 11 September 2026 | 19:16:22 WIB

Panduan Memenuhi Nutrisi Harian

Jumat, 11 September 2026 | 19:11:01 WIB