Penjualan SR025 Tenor 3 Tahun Tembus 84,2 persen Kuota Hampir Habis

Kamis, 10 September 2026 | 19:56:02 WIB
Ilustrasi Minat investor terhadap SR025 semakin kuat (FOTO : NET)

JAKARTA – Antusiasme pemodal pada Sukuk Negara Ritel (SR) edisi SR025 kian menanjak mendekati penutupan periode pemesanan. Sampai Kamis (10/9/2026), daya serap SR025 jangka waktu tiga tahun (T3) melalui Bibit.id telah menyentuh angka 84,2% dari total alokasi yang disiapkan.

Mengacu pada data transaksi di Bibit.id, alokasi SR025 T3 yang disajikan bernilai Rp 15 triliun. Merujuk pada capaian pemesanan tersebut, sisa kuota yang belum dipesan berada di kisaran 15,8%.

Di sisi lain, SR025 jangka waktu lima tahun (T5) baru mencatatkan angka transaksi sebesar 56,1% dari alokasi Rp 5 triliun. Periode pemesanan SR025 sendiri dijadwalkan selesai pada 16 September 2026.

Akselerasi transaksi untuk dua pilihan jangka waktu tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan hari sebelumnya. Pemesanan T3 yang pada Rabu (9/9/2026) tercatat di level 69% melonjak hingga 15,2 poin persentase hanya dalam kurun satu hari. Sementara itu, transaksi T5 merambat naik dari 47,8% menuju 56,1%.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai ritme transaksi SR025 jangka waktu tiga tahun saat ini tergolong solid. Sebaliknya, penyerapan jangka waktu lima tahun masih memerlukan dorongan ekstra di pekan pamungkas periode pemesanan.

"Untuk T3, laju penjualannya dapat dikatakan cukup kuat, sedangkan T5 masih tergolong moderat dan membutuhkan percepatan pada pekan terakhir," kata Josua sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kendati memperlihatkan tren positif, Josua mengingatkan bahwa catatan tersebut belum menggambarkan performa transaksi SR025 secara nasional. Sebab, data yang dipublikasikan adalah tingkat penyerapan kuota di Bibit, yang berstatus sebagai satu dari 33 agen penjual SR025.

"Angka tersebut merupakan tingkat pemanfaatan kuota di Bibit, sehingga tidak otomatis sama dengan penjualan nasional," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Josua memprediksi peluang lonjakan transaksi SR025 tetap terbuka hingga masa pemesanan resmi ditutup. Menurut pengamatannya, minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel umumnya melonjak saat mendekati tenggat akhir pemesanan.

Untuk SR025 jangka waktu tiga tahun, Josua memperkirakan tingkat penyerapan di Bibit mampu menyentuh 90%-100% sampai masa penawaran berakhir. Dengan begitu, varian T3 berpeluang besar menghabiskan seluruh kuota yang dipatok.

Sementara itu, untuk jangka waktu lima tahun, Josua memproyeksikan tingkat penyerapan hingga akhir periode penawaran berada pada rentang 65%-85%.

"Penyerapan 100% tetap mungkin tetapi membutuhkan percepatan sangat besar, pembelian bernilai besar pada hari-hari terakhir, atau perubahan alokasi kuota," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Potensi kenaikan penjualan secara drastis juga dapat bersumber dari investor berdana besar. Hal ini didukung oleh batas maksimal pemesanan SR025 jangka waktu lima tahun yang mencapai Rp 10 miliar per individu.

Melalui plafon pemesanan tersebut, transaksi bernilai fantastis menjelang detik-detik penutupan berpotensi menggenjot tingkat penyerapan T5 secara signifikan.

Hingga Kamis (10/9/2026), SR025 jangka waktu tiga tahun masih menyisakan 15,8% alokasi di Bibit untuk mencapai batas maksimal. Di sisi lain, jangka waktu lima tahun masih menyisakan sisa kuota sebesar 43,9%.

Dinamika penjualan dalam kurun waktu beberapa hari ke depan sampai 16 September 2026 bakal menentukan hasil akhir penyerapan kedua varian SR025 tersebut. Khusus untuk jangka waktu lima tahun, dibutuhkan akselerasi penawaran yang lebih masif agar mampu mendekati kuota yang disediakan.

Tags

Terkini