JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui kebijakan pembagian dividen.
Presiden Direktur ASII, Rudy, mengatakan perseroan akan mempertahankan kebijakan dividen dengan rasio pembayaran atau payout ratio di kisaran 45%-50% untuk tahun buku 2026. Kebijakan ini sejalan dengan implementasi yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tahu dividen itu sesuatu yang sangat penting juga, dimana kami akan menjaga atau prioritaskan dividen di payout ratio pada range 45%-50%," kata Rudy dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Disamping itu, Rudy juga menjelaskan upaya Astra menentukan prioritas alokasi modal di tengah berbagai kebutuhan, mulai dari investasi, ekspansi, pembayaran utang, hingga pembagian dividen. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan perseroan bersifat seimbang dan disiplin.
Prioritas utama, kata Rudy, ialah memastikan keberlangsungan bisnis tetap terjaga. Setelah itu, barulah perseroan mempertimbangkan pos-pos alokasi modal lainnya, termasuk menjaga keberlangsungan pembayaran dividen di rentang payout ratio yang telah ditetapkan.
Sebagai informasi tambahan, ASII mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 12,53 triliun per semester I-2026. Ini turun 19,22% secara tahunan dari posisi 30 Juni 2025 yang mencapai Rp 15,51 triliun.
ASII mencatat memiliki saldo laba yang belum dicadangkan sebesar Rp 83,59 triliun per 30 Juni 2025, yang naik sekitar 0,99% secara tahunan dari Rp 82,78 triliun. Sementara saldo laba yang telah dicadangkan mencapai Rp 425 miliar.