Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi Indeks LQ45 9 September 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:31:24 WIB
Ilustrasi saham LQ45 (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2026 ditandai dengan lonjakan tajam pada salah satu saham berharga mahal. Total nilai transaksi bursa meningkat dari Rp15,8 triliun pada perdagangan sebelumnya menjadi Rp16,2 triliun.

Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell), baik dari segi volume yang mencapai 1,38 miliar saham maupun nilai yang menyentuh Rp438,5 miliar. Rasio harga terhadap laba bersih per saham (price earning ratio/PER) menggambarkan berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan laba bersihnya.

Rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar saham.

Dalam kelompok PER terendah, PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) memimpin kenaikan pada perdagangan 9 September dengan melesat 5,96%. PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) dan PT Aneka Tambang (ANTM) turut melonjak masing-masing sebesar 4,69% dan 3,90%.

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatatkan penurunan terbesar yakni 2,40%, yang kemudian disusul oleh PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) yang melemah 1,68%.

Sementara itu di jajaran PER tertinggi, PT Indika Energy (INDY) melonjak 11,03% pada perdagangan 9 September dan menjadi kenaikan tertinggi di antara 20 saham gabungan tersebut. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) juga ikut melesat 5,14%.

PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Merdeka Battery Materials (MBMA) mengalami pelemahan tipis. Di sisi lain, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) masih bertahan sebagai saham dengan status PBV terendah di antara 20 saham gabungan, yaitu 0,40 kali.

Tags

Terkini