JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,58% atau berkurang 38,95 poin menuju level 6.647,50 pada sesi perdagangan Rabu (9/9), seusai sempat menguat tipis saat pembukaan.
Nilai keseluruhan transaksi di bursa saham menyentuh Rp8,32 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 21,6 miliar lembar saham. Adapun frekuensi transaksi saham terekam sejumlah 1,31 juta kali.
Sebanyak 355 saham mengalami penurunan harga. Di sisi lain, hanya 268 saham yang bergerak naik dan 168 saham selebihnya stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral memerah pada sesi pertama, dengan koreksi terpuruk terjadi di sektor kesehatan yang jatuh 1,45% dan teknologi 1%. Namun, sektor transportasi berhasil bertahan di zona hijau dengan lonjakan tertinggi sebesar 2,15%.
Beriringan dengan tertekan IHSG pada sesi awal, aksi lepas saham oleh investor asing mendominasi hingga membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp577,21 miliar. Merujuk pada jumlah volume saham yang ditransaksikan, pemodal asing turut mencatatkan net sell hingga 974,99 juta lembar.
Deretan saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo menjadi sasaran pelepasan terbesar oleh investor luar negeri.
Berikut rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama perdagangan Rabu (9/9):
Top Net Foreign Buy
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp158,06 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp74,25 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp62,73 miliar
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – Rp42,43 miliar
PT Timah Tbk (TINS) – Rp33,63 miliar
Top Net Foreign Sell
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp419,03 miliar
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Rp82,92 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp69,64 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp53,38 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp47,85 miliar
Di kawasan berkembang Asia Pasifik, pergerakan indeks saham bergerak bervariasi. Indeks KOSPI Korea Selatan menguat paling tinggi sebesar 1,01%, diikuti PCOMP Filipina 0,54%, serta TWSE Taiwan 0,20%.
Sementara itu, lima indeks saham kawasan lainnya kompak tertekan, dengan penurunan paling dalam dialami oleh IHSG. Posisi tersebut disusul NIFTY India yang melemah 0,52%, Hang Seng terkikis 0,24%, dan SET Thailand susut 0,11%.