Harga Saham AMD Melonjak ke 477,57 Dolar AS Kapitalisasi Pasar 779 Miliar

Selasa, 08 September 2026 | 18:46:53 WIB
Ilustrasi saham amd (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga saham Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) ditutup melonjak 4,69% ke level $477,57 pada akhir sesi reguler Bursa Nasdaq hari Jumat, 4 September 2026 waktu New York.

Data tersebut merupakan closing price sesi terakhir yang tersedia karena bursa saham Amerika Serikat tutup penuh pada Senin, 7 September 2026 waktu setempat dalam rangka libur nasional Labor Day.

Belum ada sesi perdagangan baru hingga Selasa dini hari, 8 September 2026 WIB.

Kapitalisasi pasar AMD berada di kisaran $779,62 miliar menurut data TradingView dan StockAnalysis.com.

Pergerakan harga saham AMD ditutup melonjak 4,69% atau $21,41 pada sesi reguler Jumat, 4 September 2026 waktu New York dari penutupan sebelumnya di sekitar $456,16.

Sepanjang sesi tersebut, harga bergerak dalam kisaran $458,00 hingga $478,83 yang mencerminkan minat beli kuat investor menjelang katalis AI.

Kapitalisasi pasar AMD kini menempatkannya di peringkat ke-19 perusahaan paling bernilai di dunia menurut data CompaniesMarketCap.com dan StockAnalysis.com.

Data diambil pada pukul 06.45 WIB, Selasa 8 September 2026 saat bursa saham Amerika Serikat masih tutup, sehingga sesi berikutnya baru dimulai malam hari waktu Indonesia.

Analis Raymond James, Simon Leopold, menaikkan target harga satu tahun saham AMD dari $565 menjadi $641 serta mengupgrade rating dari Outperform menjadi Strong Buy.

Leopold menilai AMD memiliki kombinasi terkuat antara earnings leverage, posisi bisnis data center, dan pertumbuhan pangsa pasar.

Hal tersebut didukung lonjakan pendapatan segmen data center sebesar 107 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026.

Peningkatan pangsa pasar CPU server EPYC juga naik ke 34,5 persen berbanding 65,5 persen milik Intel.

Pasar server CPU global diperkirakan mencapai $201 miliar pada 2030 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 44 persen.

AMD juga berpotensi menyalip Intel dari sisi pendapatan server pada 2027.

Peluang tambahan datang dari adopsi agentic AI yang membutuhkan lebih banyak koordinasi CPU.

Tren tersebut berpotensi memperkuat posisi AMD di segmen komputasi enterprise dalam beberapa tahun mendatang.

Persaingan AMD dan Nvidia kembali memanas usai Nvidia meluncurkan prosesor CPU mandiri pertamanya dengan target penjualan $20 miliar tahun ini.

Nvidia juga mengakuisisi platform AI open-source Hugging Face senilai $12,9 miliar.

CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa “Nvidia compute will not be required to build on or deploy through Hugging Face,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejumlah analis menilai langkah ini berpotensi memberi Nvidia keunggulan distribusi di ekosistem developer AI yang dapat menekan posisi AMD dan Intel.

AMD tetap memiliki diferensiasi lewat pendekatan koalisi terbuka berbasis total cost of ownership (TCO).

Platform rack Helios diklaim menawarkan sekitar 30 persen lebih banyak token per dolar dibanding kompetitor serta kapasitas HBM 50 persen lebih besar per rack.

Pendapatan segmen data center AMD tumbuh 107 persen secara tahunan pada kuartal kedua fiskal 2026.

Pelanggannya mencakup Anthropic, Meta, OpenAI, dan Microsoft.

Nvidia tetap dinilai sebagai franchise AI teraman berkat margin kotor 75 persen dan jangkauan pasar sekitar 10 kali lebih besar.

Tags

Terkini