BEI Masukkan 6 Saham ke Daftar UMA, 5 Saham Langsung Alami Koreksi

Kamis, 03 September 2026 | 18:44:45 WIB
Ilustrasi uma saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memasukkan enam saham ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) setelah mencermati adanya pola transaksi yang tidak biasa.

Saham-saham tersebut meliputi PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), serta PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI).

Meski demikian, penetapan status ini tidak serta-merta menandakan adanya pelanggaran emiten atau persoalan khusus di balik pergerakan harga sahamnya.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menegaskan, pengumuman UMA ini adalah bentuk pengawasan bursa terhadap lalu lintas perdagangan saham.

"Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar Endra dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laju harga saham-saham tersebut bergerak variatif pada awal perdagangan Kamis (3/9/2026). Hingga mendekati akhir sesi I, lima dari enam saham berstatus UMA tersebut terpantau melemah.

BELI merosot 44 poin atau 10,8% ke posisi Rp362 per saham.

SQMI mengalami koreksi 8 poin atau 7,92% menuju level Rp93 per saham.

PIPA menyusut 10 poin atau 4,7% ke tingkat Rp202 per saham.

KKES berkurang 3 poin atau 3,19% menjadi Rp91 per saham.

NATO tergerus 15 poin atau 1,5% ke angka Rp960 per saham.

Di sisi lain, BSIM justru menguat 15 poin atau 1,2% ke level Rp1.245 per saham setelah sempat menyentuh posisi Rp1.310 per saham.

BEI mengimbau para investor untuk tidak hanya memantau fluktuasi harga, tetapi juga memperhatikan penjelasan resmi emiten atas klarifikasi yang diminta bursa.

Pihak bursa pun terus mengawasi perkembangan pola transaksi dari keenam saham tersebut.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," kata Endra sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini