Saham PACK Melonjak 75 Persen Usai 6 Kali ARA dan Kena Suspensi BEI

Rabu, 02 September 2026 | 19:46:43 WIB
Ilustrasi suspensi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Lonjakan harga saham PACK sebesar 75% pada akhir Agustus terjadi setelah enam kali ARA secara berturut-turut.

Emiten PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) milik Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam, mengalami kenaikan harga sebesar 75% dalam delapan hari perdagangan sampai 31 Agustus 2026.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara kembali perdagangan saham PACK sejak sesi I pada Selasa (1/9).

Merujuk pada data perdagangan BEI, saham PACK melonjak dari Rp320 pada 20 Agustus menuju Rp560 per saham pada 31 Agustus 2026. Lonjakan tersebut berlangsung usai saham PACK membukukan auto rejection atas (ARA) selama enam hari perdagangan secara beruntun.

Bila dirinci, saham PACK terangkat 10% menjadi Rp352 pada 20 Agustus, lalu menguat 9,66% ke Rp386 pada 21 Agustus. Selanjutnya pada 24 Agustus, harga saham kembali terangkat 9,84% menjadi Rp424.

Kenaikan berlanjut pada 26 Agustus sebesar 9,91% menuju Rp466, kemudian naik 9,44% ke Rp510 pada 28 Agustus. Pada sesi perdagangan 31 Agustus, saham PACK kembali menguat 9,80% ke angka Rp560.

BEI sebelumnya telah melakukan penghentian sementara pada perdagangan saham PACK pada 27 Agustus 2026. Pihak bursa lantas membuka kembali perdagangan saham tersebut pada 28 Agustus, sebelum akhirnya memberlakukan suspensi lagi pada 1 September.

Lewat pengumumannya, BEI menyebutkan bahwa penghentian sementara ini diterapkan akibat lonjakan harga kumulatif yang signifikan pada saham PACK sekaligus sebagai langkah perlindungan untuk investor.

BEI turut mengingatkan para investor agar mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan sebelum mengambil tindakan investasi.

Hingga Rabu (2/9), saham PACK masih dikenakan suspensi di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai sampai ada pengumuman lanjutan dari BEI.

Untuk diketahui, Haji Isam memegang kepemilikan langsung sebesar 21,11% atas saham PACK per akhir Juli 2026. Kendati demikian, PT Eco Energi Perkasa tetap memegang porsi mayoritas yakni 40,56% saham PACK.

Tags

Terkini