BEI Tunda Penyesuaian Harga Minimum Saham Rp1 ke Akhir September 2026

Selasa, 01 September 2026 | 20:55:11 WIB
Ilustrasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunda pelaksanaan batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di pasar reguler dan tunai dari Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham. Rencana penerapannya digeser ke pekan ketiga atau keempat September 2026, dari target awal pada 7 September 2026.

"Jadi untuk persiapan penghapusan harga minimum Rp50 itu sudah dua kali kami mengadakan mock trading (simulasi perdagangan saham). Dari dua kali mock trading itu hasil sementara adalah 83 Anggota Bursa sudah siap, tetapi 8 Anggota Bursa itu belum siap," ujar Jeffrey saat diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (1/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jeffrey menegaskan bakal terus berkomunikasi dan mendampingi anggota bursa yang mengaku belum siap menghadapi perubahan batas harga minimum tersebut.

"Saat ini kami intens berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kami berikan. Kemudian target untuk live kami jadikan menjadi di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September (2026). Karena kami akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa," ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun jadwal penerapan berubah, Jeffrey meyakini penyesuaian batas harga saham ini tidak memicu penarikan dana asing (capital outflow) dan justru akan meningkatkan likuiditas serta pembentukan harga (price discovery) yang lebih optimal.

"Harusnya tidak ada tidak akan mempengaruhi potensial outflow. Tetapi, yang kami tuju adalah likuiditas yang lebih baik dan price discovery yang lebih baik," ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jeffrey juga meyakini lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE akan menyambut positif kebijakan penyesuaian batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar ini.

Keyakinan tersebut didasari oleh tanggapan positif para pelaku pasar selama kegiatan sosialisasi serta uji coba penyesuaian yang berlangsung pada 22 dan 29 Agustus 2026.

"Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespon ini dengan positif," ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini