Asing Net Sell Rp434 koma 2 Miliar di BEI Jelang Rebalancing MSCI

Selasa, 01 September 2026 | 20:31:39 WIB
Ilustrasi investor asing (FOTO : NET)

JAKARTA – Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih atau net sell di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (31/8/2026), usai sempat mencatatkan net buy pada sesi pertama.

Langkah lepas kepemilikan oleh asing tersebut berlangsung di tengah melonjaknya aktivitas transaksi pasar mendekati penerapan penyesuaian indeks MSCI.

Merujuk pada data transaksi, pemodal asing membukukan net sell mencapai Rp434,2 miliar. Nilai perdagangan asing tercatat berada di angka Rp21,83 triliun, yang berasal dari aksi beli Rp10,70 triliun dan aksi jual Rp11,13 triliun.

Pelepasan saham oleh pihak asing paling besar terjadi pada emiten PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan nilai net sell menyentuh Rp681,9 miliar.

Selanjutnya, pemodal asing juga banyak melego saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan net sell sebesar Rp189,4 miliar. Kemudian saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dicatat sebesar Rp129,4 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp97 miliar, serta PT Astra International Tbk (ASII) Rp96,7 miliar.

Berikut jajaran 10 saham dengan net sell asing paling tinggi:

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Rp681,9 miliar

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp189,4 miliar

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) - Rp129,4 miliar

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Rp97 miliar

PT Astra International Tbk (ASII) - Rp96,7 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp88 miliar

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp83,2 miliar

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp77,8 miliar

PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp64,8 miliar

PT Bank Jago Tbk (ARTO) - Rp61 miliar

Aksi pelepasan CPIN menarik perhatian publik lantaran emiten itu masuk ke dalam perombakan susunan indeks MSCI. Pada tinjauan Agustus 2026, CPIN dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan berpindah ke MSCI Small Cap Index.

Di sisi lain, emiten GOTO yang turut terdepak dari MSCI Global Standard Index mencatatkan aksi net sell asing mencapai Rp83,2 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Senin (31/8/2026) dengan apresiasi tipis di tengah tingginya fluktuasi pasar. Pergerakan IHSG terpengaruh oleh penataan ulang portofolio jelang tanggal efektif rebalancing MSCI.

Berdasarkan data bursa, IHSG ditutup menanjak 7,36 poin atau 0,11% ke posisi 6.525,48. Indeks sempat tertekan sampai menembus titik terendah 6.476,18, sebelum akhirnya berbalik menguat hingga menyentuh angka tertinggi 6.528,10.

Aktivitas perputaran dana di pasar saham turut melonjak pesat. Total volume transaksi menembus 48,93 miliar saham, dengan nilai perdagangan Rp24,72 triliun dan frekuensi sebanyak 2,37 juta kali.

Secara keseluruhan, terdapat 413 saham yang mengalami kenaikan, 245 saham melemah, dan 305 saham sisanya bergerak stagnan.

Tags

Terkini