Slate Truck Pikap EV Termurah di AS Mulai Rp 411 Juta tapi Tanpa Layar

Selasa, 01 September 2026 | 05:48:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Slate Truck mengusung pendekatan yang belum lazim di industri kendaraan listrik. Alih-alih menyematkan head unit besar dengan layar sentuh yang mahal, startup ini memilih konsep "bring your own tech" (BYOT). Ibarat maskapai murah yang membebankan bagasi, setiap fitur hiburan di dalam kabin menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan.

Hasilnya, harga dasar pikap ini menjadi yang terendah di kelasnya di Amerika Serikat. Slate mengklaim truknya sekaligus EV termurah sebelum biaya tambahan yang berlaku di pasar negeri itu.

Mengapa Bisa Termurah?

Alasan utamanya sederhana: tidak ada sistem infotainment yang "besar, mengganggu, dan cepat usang", sebagaimana dirujuk pihak Slate. Yang ada hanya dudukan smartphone dan port USB, tempat pengemudi menautkan ponselnya sebagai pusat kendali. Memori penyimpanan, prosesor, dan pembaruan sistem ikut dipangkas dari rantai biaya produksi.

Slate juga menyediakan ruang kosong untuk speaker Bluetooth portabel. Pemilik kendaraan bisa memindahkan speaker dari rumah ke mobil tanpa perlu sistem audio bawaan.

Tiga Gaya Bodi, Satu Filosofi

Meski minim teknologi, varian bodinya lengkap. Konsumen bisa memilih pikap dua kursi dengan bak terbuka, SUV tertutup sepenuhnya untuk ruang kargo besar, atau fastback dengan garis atap miring.

Ada pula paket bodi "open air" yang bisa dipasang ke salah satu dari tiga varian itu. Paket ini menambah panel atap yang bisa dilepas dan bangku tambahan untuk tiga penumpang di belakang.

Fitur Standar: Kamera Mundur dan Layar 4 Inci

Karena tidak ada head unit, kamera mundur yang wajib secara hukum di AS tetap hadir. Layar LCD berukuran sekitar 4 inci diletakkan di belakang setir dan aktif begitu tuas transmisi dipindah ke posisi mundur.

Fitur lain yang sudah termasuk: dudukan ponsel, port USB, dan speaker mount yang disebutkan tadi. Belum ada sistem navigasi bawaan, radio, atau konektivitas nirkabel untuk panggilan.

Paket Tambahan: Berapa Saja Harganya?

Slate menjual aksesori secara terpisah, dan beberapa belum dipatok. Dudukan tablet untuk pengguna iPad, misalnya, rencananya dijual terpisah dengan harga yang belum diumumkan.

Untuk penguat suara, pembeli wajib memilih speaker terintegrasi depan seharga US$ 249,99 (sekitar Rp 4,1 juta) terlebih dahulu. Setelah itu barulah bisa menambah speaker kiri dan kanan masing-masing US$ 149,99 (sekitar Rp 2,5 juta).

Tombol kontrol Bluetooth di setir juga ditawarkan, bisa memprogram aksi seperti mengganti lagu atau mengatur lampu eksterior, meski harganya belum diumumkan.

Modul telematika berlangganan US$ 275 (sekitar Rp 4,5 juta) memberi akses fitur pintar dari aplikasi: membuka kunci pintu dan pre-conditioning baterai dari jarak jauh.

Untuk Siapa Kendaraan Ini?

Slate Truck jelas bukan untuk pembeli yang menginginkan kemewahan kabin. Ia dirancang bagi mereka yang sudah terbiasa hidup dari smartphone dan ingin truk murah untuk bekerja, berkebun, atau proyek ringan. Dengan harga dasar di bawah kompetitor sekelas Ford F-150 Lightning atau Rivian R1T, strategi ini mungkin cukup menggiurkan — selama pengemudi tidak lupa membawa ponselnya.

Terkini