JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan Penetapan Saham Berbasis Hijau atau dikenal sebagai IDX Green Equity Designation alias Saham Hijau pada Jumat (28/8). Peluncuran Saham Hijau tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan berkelanjutan di pasar modal Indonesia.
Direktur BEI Jeffrey Hendrik menerangkan lewat Saham Hijau, BEI memberikan penetapan khusus kepada saham Perusahaan Tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi hijau dan/atau transisi menuju ekonomi rendah karbon. Jeffrey menyebut penetapan ini diharapkan dapat memberikan visibilitas yang lebih kuat bagi perusahaan sekaligus menyediakan informasi yang lebih terstruktur, terukur, transparan, dan terverifikasi secara independen bagi investor.
Pada peluncuran perdana Saham Hijau, BEI menetapkan tiga perusahaan tercatat sebagai Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition), yaitu PT Hero Global Investment Tbk (HGII) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai Saham Hijau (Green Equity), serta PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
"Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya telah berpartisipasi dalam proses piloting Penetapan Saham Berbasis Hijau bersama Penyedia Reviu Eksternal, yaitu S&P Global Ratings dan PT Sucofindo (Persero)," ujar Jeffrey dalam keterangan resmi tertulis, Jumat (28/8) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Jeffrey menjelaskan IDX Green Equity Designation dikembangkan untuk membantu pasar mengidentifikasi Perusahaan Tercatat yang memiliki kontribusi terukur terhadap aktivitas ekonomi hijau maupun proses transisi.
"Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BEI untuk mendorong agar aspek keberlanjutan semakin terintegrasi dengan strategi bisnis dan pembentukan nilai perusahaan dalam jangka panjang," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia mengatakan bagi emiten, designation ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas kepada investor yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan serta membuka peluang untuk memperluas basis investor dan akses terhadap pembiayaan berkelanjutan. sementara, bagi investor, designation memberikan referensi tambahan dalam mengidentifikasi perusahaan yang aktivitas usahanya memiliki kontribusi terhadap ekonomi hijau maupun transisi, berdasarkan kriteria yang terukur dan telah melalui reviu independen.
"Ke depan, kami berharap inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas keterbukaan informasi keberlanjutan, tetapi juga memperluas basis investor, membuka peluang pembiayaan berkelanjutan, dan mendorong semakin banyak perusahaan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjangnya," pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.