HGII Masuk Daftar Saham Berbasis Hijau BEI dan Bidik Green Financing

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04:41 WIB
Ilustrasi ekonomi hijau (FOTO : NET)

JAKARTA – Emiten energi terbarukan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) resmi memperoleh Penetapan Saham Berbasis Hijau atau IDX Green Equity Designation dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

HGII menjadi salah satu dari tiga perusahaan tercatat yang berhasil meraih status tersebut pada peluncuran perdana kebijakan saham berbasis hijau BEI.

HGII termasuk emiten yang kegiatan bisnisnya berkontribusi pada aktivitas ekonomi hijau atau transisi, sekaligus memenuhi syarat keuangan dan transparansi dari BEI.

Kebijakan penetapan saham berbasis hijau dari BEI ini merujuk pada Green Equity Principles dari World Federation of Exchanges (WFE) dan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) terbitan OJK.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00110/BEI/07-2026 pada 31 Juli 2026.

HGII merupakan perusahaan yang berfokus pada sektor energi terbarukan. Seluruh pendapatan, belanja modal (capex), dan belanja operasional (opex) perseroan diklaim tergolong sebagai aktivitas ekonomi hijau sesuai TKBI.

Profil bisnis yang selaras penuh dengan aktivitas hijau menjadi faktor kunci keberhasilan HGII meraih IDX Green Equity Designation.

Dalam proses penetapan, HGII mengikuti tahapan piloting yang meliputi asesmen menyeluruh terhadap aktivitas usaha, keselarasan taksonomi hijau, serta penyiapan dokumen pendukung.

S&P Global Ratings bertindak sebagai Penyedia Reviu Eksternal dalam rangkaian proses tersebut.

Reviu independen ini dilakukan guna memastikan kontribusi aktivitas bisnis HGII terhadap ekonomi hijau memenuhi standar serta kriteria kualitas yang kredibel dan aplikatif secara internasional.

Direktur Utama HGII Robin Sunyoto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas penetapan saham berbasis hijau yang diterima perseroan.

"HGII berterima kasih atas pengakuan IDX Green Equity Designation ini, sebagai satu dari hanya tiga Perusahaan Tercatat pada peluncuran perdana ini," ujar Robin sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan operasional HGII yang berfokus di bidang energi terbarukan sangat sejalan dengan kriteria aktivitas hijau dalam TKBI.

"Kami bergerak penuh di bidang energi terbarukan, tentu aktivitas hijau sesuai Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia ini merupakan wujud nyata kontribusi Perseroan untuk mendukung Indonesia menuju Net Zero Emission 2060," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Robin menambahkan bahwa reviu independen dari S&P Global Ratings makin memberikan kepastian terhadap klaim hijau yang disampaikan oleh pihak perseroan.

"Reviu independen oleh S&P Global Ratings memastikan klaim hijau kami dapat diverifikasi, sehingga investor dapat mengambil keputusan dengan keyakinan yang lebih tinggi terhadap profil keberlanjutan HGII," ujar Robin sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga berharap status IDX Green Equity Designation ini mampu membawa dampak positif bagi akses pendanaan perseroan ke depan.

"Ke depan, status ini akan membuka akses HGII terhadap instrumen pendanaan yang lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan transparansi bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Robin sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui raihan IDX Green Equity Designation ini, HGII optimistis kredibilitas perseroan sebagai pelaku aktivitas ekonomi hijau akan makin menguat.

Selain itu, penetapan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang green financing, termasuk melalui skema green bond dan green loan.

Langkah ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan transparansi serta daya tarik HGII di mata investor domestik maupun internasional yang berfokus pada investasi berkelanjutan.

Tags

Terkini