Rekomendasi Saham TPIA Usai Chandra Asri Ekspansi Otomotif

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:18:29 WIB
Ilustrasi Saham TPIA (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) makin gencar melakukan ekspansi. Terbaru, emiten Prajogo Pangestu ini mengumumkan telah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi menyampaikan, untuk nilai transaksi, estimated purchase price atas aset yang menjadi bagian dari transaksi diperkirakan sebesar 265 juta dolar Singapura atau sekitar US$ 207 juta.

Suryandi menjelaskan, strategi Chandra Asri Group saat ini telah berkembang melampaui bisnis di bidang energi, kimia, dan infrastruktur. Seiring dengan langkah membangun platform regional, TPIA terus memperluas bisnis ke sektor-sektor yang dapat melengkapi dan memperkuat portofolio yang telah dimiliki saat ini, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi Grup.

"Sektor mobilitas menjadi salah satu fokus pengembangan kami ke depan," kata Suryandi kepada Kontan, Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

TPIA telah mempunyai fondasi yang kuat di Singapura melalui jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso. Akuisisi Cycle & Carriage ini bakal melengkapi ekosistem tersebut dengan bisnis otomotif yang telah mapan, mulai dari distribusi otomotif, dealer, hingga layanan purnajual, leasing, serta kendaraan komersial di Singapura dan Malaysia.

"Oleh karena itu, langkah ini bukan sekadar ekspansi ke bisnis baru, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem energi dan transportasi yang lebih terintegrasi di Asia Tenggara," ujar Suryandi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengungkapkan, rencana akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia bernilai positif secara strategis, terutama untuk diversifikasi recurring income dan memperkuat ekspansi regional TPIA.

Bisnis dealer, aftersales, leasing, serta kendaraan listrik (EV) berpotensi memberikan earnings yang lebih defensif dibanding bisnis petrokimia yang sangat bergantung pada siklus dan spread. Namun, dampak terhadap laba dalam jangka pendek kemungkinan masih terbatas lantaran nilai transaksi sekitar US$ 207 juta relatif kecil dibanding skala TPIA.

"Menurut kami, value creation akan lebih terlihat dalam 2-3 tahun ke depan jika TPIA mampu menciptakan sinergi dengan bisnis energi dan infrastructure yang sudah dimiliki," ucap Sukarno sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi sentimen, Sukarno memaparkan, diversifikasi earnings, penguatan regional footprint, dan exposure terhadap pertumbuhan EV menjadi katalis positif. Di sisi lain, investor perlu memantau potensi kenaikan leverage, margin bisnis otomotif yang relatif tipis, serta execution dan integration risk.

"Yang paling penting, akuisisi ini perlu menghasilkan Return on Invested Capital di atas cost of capital, bukan sekadar menambah revenue dan aset," ujar Sukarno sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama mengutarakan, dari sisi prospek, akuisisi ini menarik karena sifatnya bolt-on acquisition dan melengkapi bisnis TPIA yang sudah ada di Singapura, terutama jaringan SPBU Esso.

"Jadi ada potensi integrasi dalam ekosistem mobility, energi, dan ritel," tambah Elandry sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, skema pembiayaan transaksi didukung oleh Bank Mizuho sehingga tidak seluruh kebutuhan dana wajib berasal dari internal cash.

Akan tetapi untuk kinerja keuangan, imbasnya kemungkinan lebih bertahap dan tidak langsung material terhadap laba konsolidasi TPIA. Investor tetap perlu memantau kontribusi EBITDA, cash flow, serta kemampuan TPIA dalam melakukan integrasi aset tersebut.

Apalagi TPIA saat ini juga sedang menggarap sejumlah proyek besar, sehingga disiplin penggunaan modal tetap menjadi perhatian utama.

Adapun untuk rekomendasi saham, Sukarno menyarankan beli saham TPIA dengan target harga Rp 2.430 per saham.

Tags

Terkini

6 HP RAM 8GB Terbaik 2026 yang Paling Worth It Buat Dibeli

Rabu, 02 September 2026 | 22:47:00 WIB

Menata Sudut Ruangan Menjadi Area Hobi Nyaman dan Estetik

Rabu, 02 September 2026 | 21:55:29 WIB

15 Tanaman Hias Dalam Ruangan Terbaik untuk Rumah Segar

Rabu, 02 September 2026 | 21:50:49 WIB

Panduan Praktis Menata Barang Rumah

Rabu, 02 September 2026 | 21:47:01 WIB

Pasar Kripto Rebound di Agustus Ditopang Investor Institusi

Rabu, 02 September 2026 | 21:38:50 WIB