IHSG Melemah ke Level 6.267,88 Saham MEDC ESSA dan WIRG Layak Dicermati

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:52:05 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan signifikan pada Selasa (11/8/2026).

Memburuknya sentimen global akibat ketegangan AS dan Iran, ditambah sikap wait and see investor menjelang review MSCI, memicu penahanan transaksi di pasar modal domestik.

IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 1,53% atau berkurang 97,49 poin menuju level 6.267,88. Pergerakan indeks konsisten berada di zona merah dari awal hingga akhir perdagangan.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa koreksi IHSG berbanding lurus dengan tren penurunan bursa regional dan global. Investor pun terus memantau dinamika negosiasi damai AS-Iran yang masih berjalan alot.

Ketidakpastian tersebut melontarkan harga minyak dunia ke rentang US$ 84-US$ 89 per barel. Pada saat bersamaan, harga emas menyusut ke kisaran US$ 4.370 per troi ons dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda berpendapat bahwa beban utama pergerakan IHSG dipicu oleh memanasnya kembali hubungan diplomatik AS dan Iran. Tuntutan kompensasi dari pihak AS diperkirakan dapat menghambat kelancaran pembukaan akses Selat Hormuz.

"Dampaknya langsung terlihat pada harga minyak, sehingga kembali meningkatkan kekhawatirkan terhadap inflasi global," ujar Reza sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lonjakan harga minyak menjadi perhatian utama karena berpotensi mendorong laju inflasi dunia. Situasi ini memengaruhi proyeksi para pelaku pasar mengenai arah kebijakan moneter berbagai negara.

Dari dalam negeri, data penjualan ritel periode Juni 2026 sebenarnya memperlihatkan perbaikan. Angka kontraksi penjualan ritel melandai menjadi 3,0% secara tahunan dibandingkan 3,9% pada Mei. Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7% dan mengakhiri tren penurunan dalam tiga bulan terakhir.

Kendati demikian, pemulihan ekonomi lokal tersebut belum sanggup meredam gelombang tekanan dari luar negeri. Investor juga memilih tidak terburu-buru mengambil tindakan menjelang pengumuman review MSCI pada 12 Agustus.

Selain isu MSCI, perhatian pelaku pasar mulai terarah pada proses pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Reza menyebut momentum ini dapat memberikan petunjuk lebih pasti terkait navigasi kebijakan moneter mendatang.

"Pasar mulai mencermati pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, yang dapat memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan," ungkap Reza sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menghadapi perdagangan Rabu (12/8/2026), Herditya memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas. Ia menetapkan rentang pergerakan support di level 6.246 dan resistance pada 6.275.

Sementara itu, Reza memperkirakan adanya peluang technical rebound dengan kisaran support 6.200-6.240 serta resistance 6.300-6.385.

Guna menyikapi tingginya volatilitas pasar, Reza menyarankan investor untuk mengamati saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT WIR Asia Tbk (WIRG).

Tags

Terkini