IHSG Diprediksi Melanjutkan Kenaikan Menuju Level 6.000 Pekan Depan

Minggu, 05 Juli 2026 | 10:36:38 WIB
Ilustrasi: IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 pada pekan depan. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan minggu depan dengan target menguji area psikologis 5.900 hingga 6.000. Proyeksi tersebut didukung oleh perbaikan sentimen global serta konfirmasi penguatan melalui indikator teknikal.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai peluang kenaikan IHSG masih terbuka lebar seiring dengan membaiknya kondisi di pasar global. "Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan konfirmasi dari indikator teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang menguji kisaran 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG ditutup menguat 2,28 persen ke level 5.875,78. Kenaikan ini seirama dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga ditutup di zona hijau.

Sentimen positif utama berasal dari Amerika Serikat setelah data nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan indikasi perlambatan di pasar tenaga kerja. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan bersikap lebih akomodatif terhadap kebijakan suku bunga yang kemudian mendorong minat investor pada aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dan kenaikan harga emas juga memberikan dukungan pada sentimen pasar di akhir pekan. Meskipun demikian, investor tetap diminta untuk memperhatikan berbagai data ekonomi global serta arah kebijakan bank sentral utama dunia yang berpotensi menyebabkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Sebagai catatan, kinerja pasar saham domestik selama pekan sebelumnya masih menunjukkan pelemahan. Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 29 Juni-3 Juli 2026, IHSG terkoreksi 0,35 persen menjadi 5.875,780 dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya.

Pelemahan indeks ini diikuti dengan penurunan kapitalisasi pasar sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun, dibandingkan dengan Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya. Aktivitas perdagangan di Bursa juga mengalami perlambatan.

Rata-rata nilai transaksi harian mencatatkan penurunan paling tajam, yaitu 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham di pekan sebelumnya.

Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian menyusut 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,73 juta kali transaksi. Meski di tengah pelemahan tersebut, investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini.

Secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun.

Terkini